Selasa, 13 Desember 2011

Natrium Benzoat

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Minuman isotonik dan makanan kemasan saat ini menjadi kecenderungan konsumsi  masyarakat.  Publik  menilai makanan kemasan dapat membantu tubuh yang kekurangan energi serta mengandung karbohidrat yang dapat mengganti nasi sebagai makanan pokok yang dikonsumsi sedangkanminuman  isotonik  berfungsi mengganti cairan tubuh yang hilang setelah beraktivitas. Keyakinan itu diperkuat gencarnya produsen makanan dan  minuman itu mempromosikan produknya.
Cairan tubuh berperan penting dalam metabolisme, di antaranya mengangkut dan menyerap zat-zat gizi di dalam darah, membantu proses pencernaan dan menjaga suhu tubuh. Mengingat fungsinya maka manusia membutuhkan cairan setiap hari untuk mengganti cairan yang keluar melalui pernapasan, keringat, dan urine. Jika cairan yang keluar tidak segera digantikan maka tubuh dapat mengalami dehidrasi. Gejala yang muncul antara lain  badan lemas, mata berkunang-kunang hingga konsentrasi menurun. Aktivitas  fisik  yang  terlampau  berat  juga  bisa  menyebabkan  tubuh kehilangan banyak cairan yang ditandai dengan gejala mual, lelah, nyeri kepala, muntah, bahkan kejang otot.
Perbedaan  antara  minuman  isotonik  dan  air  putih  biasa  adalah minuman isotonik mengandung berbagai mineral yang diperlukan tubuh, antara lain natrium, kalium, kalsium, magnesium, karbohidrat, vitamin dan sebagainya. Selain itu minuman isotonik dapat segera mengganti cairan tubuh yang hilang (mengganti ion atau elektrolit tubuh). Berdasarkan hasil riset  Komite  Masyarakat  Anti  Bahan  Pengawet (Kombet) dan  LP3ES menyatakan 70%  minuman  isotonik  mengandung  bahan  pengawet. Kandungan pengawet yang ditemukan oleh Kombet salah satunya, yaitu natrium benzoat (Suara Karya, 2006).
Malasnya masyarakat mengkonsumsi sayur-sayuran dan ikan karena kesibukan kerja serta dapat menghemat biaya, banyak diantaranya lebih memilih mengkonsumsi makanan yang siap saji seperti Mie dan Ikan Kalengan.  Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap dampak yang diakibatkan jika mengkonsumsi makanan kemasan dan minuman isontonik menyebabkan semakin banyak pula dampak negatif yang didapatkan. Salah satu bahan kimia yang berbahaya adalah Natrium Benzoat yang  digunakan sebagai bahan pengawet untuk makanan atau minuman kemasan.


Dengan adanya fenomena di atas, maka perlu diketahui lebih lanjut tentang pengaruh bahan pengawet natrium benzoat terkait pemakaiannya di dalam makanan kemasan(instan) dan minuman isotonik.

1.2  Rumusan Masalah

Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah:
1) Apakah yang dimaksud dengan Natrium Benzoatdan bagaima strukturnya

2) Bagaimanakah peran natrium benzoat dalam makanan kemasan (instan) dan  minuman isotonik?
3)                                                                                                                       Apakah dampak yang ditimbulkan akibat pemakaian natrium benzoatsebagai bahan pengawet dalam makanan kemasan (instan) dan minuman isotonik?
4)                                                                                                                       Bagaimana  cara  menanggulangi  dampak  yang  diakibatkan  oleh pemakaian bahan pengawet natrium benzoat?
5)                                                                                                                       Bagaimana langkah-langkah dalam memilih makanan kemasan dan minuman isotonikyang aman untuk dikonsumsi?

1.3  Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain adalah:
1) Mengetahui pengertian Natrium Benzoat dan strukturnya
2) Mengetahui peran natrium benzoat dalam minuman isotonik,
3)                                                                                                                       Mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat pemakaian natrium benzoat sebagai bahan pengawet dalam minuman isotonik,
4)                                                                                                                       Memperoleh   cara   penanggulangan   terhadap   dampak   yang  diakibatkan oleh bahan pengawet natrium benzoat pada minuman  isotonik, dan
5)                                                                                                                       Mengetahui langkah-langkah dalam memilih makanan dan minuman  yang aman untuk dikonsumsi.







BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan Struktur Natrium Benzoat
Natrium benzoat  adalah senyawa yang digunakan sebagai pengawet dalam bentuk garam, dengan ciri-ciriberbentuk serbuk atau kristal putih, halus, sedikit berbau, berasa payau,dan pada pemanasan yang tinggi akan meleleh lalu terbaka.
Menurut  sebuah  studi  WHO,  Sodium  Benzoat atau Natrium Benzoat adalah  bahan pengawet yang digunakan untuk makanan dan minuman serta sangat cocok
untuk  jus  buah  maupun  minuman  ringan.  Sodium  benzoat  banyak
digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman seperti jus buah, kecap, margarin, mentega, minuman ringan, mustard, sambal, saus salad, saus tomat, selai, sirup buah dan lainnya. Sodium benzoat secara alami terdapat pada apel, cengkeh, cranberry (sejenis buah berry yang digunakan untuk membuat agar-agar dan saus), kayu manis, prem (yang dikeringkan) dan lain-lain.
Dalam bahan pangan garam benzoat terurai menjadi bentuk efektif yaitu bentuk asam benzoat yang tak terdisosiasi. Memiliki fungsi sebagai anti mikroba
yang optimum pada pH 2,5-4,0 serta menghambat pertumbuhan kapang dan
khamir (Nurcahyani, 2005).
Struktur Natrium benzoat :






C6H5COONa
 







2.2 Peran Bahan pengawet Natrium Benzoat
2.2.1 Pada makanan Kemasan (instan)
Zat  Pengawet  adalah bahan  yang  ditambahkan  dalam  makan dengan  tujuan  menghambat  kerusakan  oleh  mikroorganisme (bakteri, khamir, kapang)  sehingga  proses  pembusukan  atau  pengasaman  atau penguraian dapat dicegah. Bahan pengawet pada makanan dan minuman berfungsi   menekan  pertumbuhan  mikroorganisme  yang  merugikan, menghindarkan oksidasi makanan sekaligus menjaga nutrisi makanan.
Pada makanan instan seperti Mie, zat pengawet lebih banyak terdapat pada bumbu penyedap. Hal tersebut karena jika pada bumbu penyedap tidak digunakan pengawet dapat menyebabkan bumbu mudah teroksidasi dengan udara, seperti dapat menyebabkan bumbu menjadi menyatu, dan keras. Adanya zat pengawet sangat membantu penundaan pembusukan pada bumbu penyedap, umumnya zat pengawet yang sering digunakan adalah Natrium Benzoat.
Berdasarkan hasil riset, hampir semua Mie Instant seperti Indomie, Mie Sedap dan Sarimi menggunakan bahan pengawet Natrium Benzoat. Garam Natrium Benzoat  merupakan  bahan pengawet yang banyak digunakan   secara luas pada bahan makanan yang bersifat  asam.  Bahan  ini  efektif  untuk  mencegah  pertumbuhan khamir, kapang dan bakteri pada tingkat keasaman pH 2.5 - 4.0. US FDA (Food Drug Administration) memuat pengawet benzoat dalam sebagai kategori aman atau GRAS (generally recognized as safe).   Penggunaan pada produk makanan  diperbolehkan  tidak  melebihi  dari 0.1%  atau 1000  ppm (Luthana,2008).
2.2.2 Pada Minuman Isotonik
Zat  Pengawet  adalah bahan  yang  ditambahkan  dalam  makan dengan  tujuan  menghambat  kerusakan  oleh  mikroorganisme (bakteri, khamir, kapang)  sehingga  proses  pembusukan  atau  pengasaman  atau penguraian dapat dicegah. Bahan pengawet pada makanan dan minuman berfungsi   menekan  pertumbuhan  mikroorganisme  yang  merugikan, menghindarkan oksidasi makanan sekaligus menjaga nutrisi makanan.
Penggunaan  pengawet  tersebut  harus  mengikuti  takaran  yang
dibenarkan.   Upaya   produsen ( pelaku   usaha)   dalam   memberikan perlindungan konsumen sehubungan dengan penggunaan bahan pengawet pada makanan adalah  dengan memenuhi ketentuan tentang pengaturan penggunaan pengawet terhadap produk makanannya. Penggunaan pengawet yang diizinkan  dan  takaran  yang benar,  diharapkan  dapat  memberikan perlindungan terhadap konsumen dan kemungkinan penggunaan zat yang mengandung bahaya.
Rumus kimia  natrium  benzoat  yaitu  C6H5NaCO2  yang  banyak
terdapat pada buah-buahan dan sayuran, termasuk ke dalam zat pengawet organik.  Produk  pangan  yang  banyak  menggunakan  natrium  benzoat sebagai  pengawet adalah minuman ringan serta produk minuman yang terbuat dari buah.
Penambahan pengawet natrium benzoat  pada  minuman isotonik tidak   dilarang   pemerintah.   Namun,   produsen   hendaknya   tidak menambahkan pengawet dengan ukuran sesuka hati, karena bahan pengawet tersebut  akan  menjadi  berbahaya  jika  dikonsumsi  secara  berlebihan (Siswoyo, 2007).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar